Login |
|
Menu |
|
Search |
|
Powered
by |
|
|
|
| | <(Prev Next)> | Mukjizat Posted by fenhin Apakah dalam agama Buddha percaya adanya mukjizat? Adakah mukjizat penyembuhan dalam agama Buddha? Yuk, kita lihat pembahasannya!
I. Mukjizat Penyembuhan melalui Iman
Mukjizat penyembuhan sangat
Apakah dalam agama Buddha percaya adanya mukjizat? Adakah mukjizat penyembuhan dalam agama Buddha? Yuk, kita lihat pembahasannya!
I. Mukjizat Penyembuhan melalui Iman
Mukjizat penyembuhan sangat populer dalam Kekristenan dan merupakan suatu hal yang sangat menarik untuk dibahas. Biasanya ini dijadikan alat untuk meyakinkan mengenai kebenaran agama Kristen. Oleh karena penting dan menariknya bagian ini, maka kita akan membahas dan menelaahnya dalam suatu bagian yang terpisah.
Mukjizat penyembuhan dalam Kekristenan dapat ditelusuri dari Alkitab sendiri. Jika kita membaca kitab Injil, maka akan didapati beberapa mukjizat penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus sendiri, seperti misalnya menyembuhkan orang buta, lumpuh, kusta, dan juga kerasukan setan. Yesus sendiri di dalam Markus 16:18 juga menjanjikan bahwa murid-muridnya yang sejati akan dapat melakukan hal yang sama. Mereka akan dapat menumpangkan tangannya dan si sakit akan sembuh.
Apabila direnungkan secara seksama ada beberapa pertanyaan yang timbul sehubungan dengan hal tersebut. Kita dapat meminta seorang Kristiani untuk menumpangkan tangannya pada orang sakit dan melihat apakah benar ia beriman atau tidak. Kedua, terlepas dari itu, jika benar bahwa menumpangkan tangan saja dapat menyembuhkan orang sakit, maka mengapa tidak pergi ke rumah sakit saja dan menyembuhkan seluruh orang sakit di sana? Tentu saja, tindakan penyembuhan semacam itu tidak dapat dikatakan mencobai Tuhan. Lebih jauh lagi, mengapa pula seorang Kristen perlu ke dokter jika sakit? Bukankah dalam kitab suci Kristiani sendiri diajarkan mengenai penyembuhan dengan iman? Apakah dengan demikian mereka sendiri tidak beriman? Jika mereka tidak beriman, maka mengapa mengajarkan orang lain untuk beriman pada obyek yang sama? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan penting sehubungan dengan mukjizat penyembuhan dalam Kekristenan.
Banyak orang mencoba mempengaruhi publik melalui persuasi emosional yang diistilahkan dengan \"penyembuhan melalui iman.\" Untuk membangkitkan keyakinan akan muzarabnya metode penyembuhan mereka, maka beberapa pelaku penyembuhan via iman memasukkan nuansa religius ke dalam metode-metode penyembuhan mereka. Pemasukan unsur agama ke dalam penyembuhan melalui iman adalah sebenarnya suatu kedok untuk memperdaya pasien tersebut. Mereka akan menjadi lebih taat di dalam keagamaan serta meningkatkan keyakinan atau keimanan pasien itu terhadap sang pelaku penyembuhan melalui iman. Tindakan penyembuhan ini, bila dilakukan di depan umum, bertujuan untuk menarik masuk penganut agama lain ke agamanya sendiri.
Namun faktanya, sejauh mengenai masalah penyembuhan melalui iman, unsur agama sama sekali tidak diperlukan dalam melakukan penyembuhan. Terdapat banyak sekali kasus-kasus dimana penyembuhan melalui iman dilakukan tanpa melibatkan unsur agama tertentu. Sebagai contoh adalah sains hipnotisme, yakni praktek penyembuhan yang tidak melibatkan unsur agama apapun. Contoh lainnya adalah praktek penyembuhan dari suku Indian di Amerika, beberapa sekte kuno India, Persia, dan Mesir. Kesemuanya itu dapat melakukan penyembuhan dengan caranya sendiri-sendiri melalui iman. Jadi, fenomena penyembuhan tidak ada sangkut pautnya dengan suatu agama tertentu, karena penyembuhan semacam itu terdapat pada semua tradisi keagamaan dan juga non-keagamaan. Bedanya, yang satu melakukannya di depan umum, sedangkan yang lainnya tersembunyi.
Orang-orang yang menghubungkan agama dengan penyembuhan melalui iman adalah sedang melakukan suatu bentuk permainan ilusi yang tak kentara, mencoba menarik masuk sebanyak mungkin umat ke dalam agamanya sendiri dengan menggunakan penyembuhan. Lalu kemudian mereka akan menyebar-luaskan beberapa kasus penyembuhan sebagai mukjizat.
Metode-metode yang digunakan oleh pelaku penyembuhan melalui iman itu adalah mengkondisikan pikiran-pikiran pasien, sehingga mereka menjadi memiliki sikap mental tertentu. Sebagai akibat dari hal itu, maka perubahan-perubahan psikologis dan fisiologis tertentu muncul. Perubahan-perubahan tersebut dapat memperbaiki kondisi pikiran, hati, sirkulasi darah dan fungsi-fungsi organik terkait lainnya, dengan demikian menjadikan tubuh serasa lebih nyaman.
Bila penyakit disebabkan oleh kondisi pikiran, maka pikiran tentu dapat secara tepat dikondisikan untuk membantu menghilangkan berbagai penyakit yang ada. Dalam konteks ini, harus diperhatikan bahwa pelatihan meditasi yang konstan dan teratur dapat membantu meminimalkan atau bahkan menghilangkan secara total berbagai jenis penyakit. Terdapat banyak sabda Buddha yang menjelaskan mengenai penyembuhan melalui pengkondisian pikiran.
Seandainya penyembuhan melalui iman benar-benar suatu hal yang ajaib, maka tentu ia dapat dipergunakan untuk menyembuhkan semua penyakit. Tetapi pada kenyataannya, metode penyembuhan tersebut tidak dapat dipergunakan untuk menyembuhkan semua penyakit, seperti AIDS, kanker, dan lain sebagainya. Kalau metode ini benar-benar bermanfaat, maka tentunya sudah dicanangkan oleh PBB dan diterapkan di seluruh rumah sakit. Penyembuhan melalui iman hanya bisa menyembuhkan penyakit yang ada kaitannya dengan pikiran, baik secara langsung maupun tak langsung. Menurut Buddha ada tiga jenis penyebab penyakit:
a) Ketidak seimbangan di antara empat unsur (tanah, air, api, angin). Ini bisa disembuhkan dengan obat-obatan, melalui kekuatan meditasi, energi alam semesta (seperti Reiki), atau penyembuhan melalui iman yang menyebabkan adanya perubahan sikap mental dan fisiologis. Pada gilirannya, perubahan ini akan mengakibatkan perbaikan energi yang selanjutnya menyebabkan terjadinya transformasi empat unsur ini.
b) Rintangan karma. Penyakit yang disebabkan oleh faktor ini hanya bisa disembuhkan dengan pertobatan, mantra, meditasi, dan perbuatan bajik. Tetapi bila rintangan karmanya terlalu berat, maka penderita sakit tetap harus mati.
c) Gangguan dari makhluk halus yang iseng atau memiliki rasa dendam. Penyakit yang disebabkan faktor ini hanya dapat disembuhkan dengan mantra, pengusiran \"roh jahat\" (seperti yang sering dilakukan Yesus), memberikan energi yang, serta tenaga batin.
Sehubungan dengan mukjizat, Buddhisme dalam Anguttara Nikaya III:60 mengajarkan bahwa ada tiga macam mukjizat, tetapi fenomena yang benar-benar merupakan keajaiban adalah transformasi dari seorang jahat menjadi baik, dan transformasi dari seorang biasa menjadi Buddha. Hal-hal inilah yang disebut mukjizat sejati. Mukjizat kesaktian dan fenomena menakjubkan lainnya sangatlah lumrah dalam pandangan Buddhisme. Menurut Buddhisme, sekalipun tanpa adanya keyakinan pada agama apapun, seseorang juga bisa memperoleh kesaktian bila ia melatih metode tertentu dengan benar. Jadi kesaktian bisa diperoleh tanpa harus berkeyakinan kepada suatu makhluk Adikuasa.
II. Tiga Macam Mukjizat dalam Anguttara Nikaya
Dalam Anguttara Nikaya III:60, bagian \"Apakah para bhikkhu memberikan manfaat bagi yang lain?\", ada topik percakapan tentang mukjizat antara Buddha Gotama dan Ananda dengan seorang brahmana bernama Sangarava. Buddha memberitahukan kepada brahmana Sangarava:
Ada tiga macam mukjizat, brahmana. Apakah yang tiga itu? Mukjizat kekuatan supranormal, mukjizat membaca pikiran dan mukjizat pengajaran.
Apa yang merupakan mukjizat kekuatan supranormal itu? Ada orang yang menikmati berbagai macam kekuatan supranormal: setelah menjadi satu, dia berubah menjadi banyak; sesudah menjadi banyak, dia berubah menjadi satu; dia muncul dan lenyap; dia pergi tak terhalang menembus dinding, menembus
benteng, menembus gunung seolah-olah melewati ruang kosong; dia menyelam masuk dan keluar dari bumi seolah-olah itu adalah air; dia berjalan di atas air tanpa tenggelam seolah-olah itu adalah tanah; dalam keadaan duduk bersila ia terbang ke udara seperti seekor burung; dengan tangannya ia menyentuh dan \"mengusap\" matahari dan bulan, begitu kuat dan perkasa; ia melakukan penguasaan dengan tubuhnya bahkan sejauh dunia-Brahma. Ini, brahmana, disebut mukjizat kekuatan batin.
Apakah yang merupakan mukjizat membaca pikiran? Ada orang yang dengan sarana tanda, menyatakan: \"Demikianlah pikiranmu, seperti inilah pikiranmu, demikianlah pikiranmu.\" Dan betapapun banyaknya pernyataan seperti itu yang dibuatnya, semuanya memang demikian dan tidak salah.
Orang lain tidak membuat pernyataan lewat sarana tanda, melainkan setelah mendengar suara manusia, suara makhluk halus atau dewa ... atau dengan mendengarkan suara getaran-getaran pemikiran seseorang ... atau secara mental menembus arah kecenderungan mentalnya ketika dia berada di dalam
keadaan meditasi yang terbebas dari pemikiran. Dan betapapun banyaknya pernyataan yang dibuat, mereka semuanya demikian dan tidak salah. Inilah yang disebut mukjizat membaca pikiran.
Dan brahmana, apakah mukjizat pengajaran? Ada orang yang mengajarkan demikian: \"Engkau seharusnya berpikir dengan cara ini dan bukan dengan cara itu! Engkau seharusnya memperhatikan ini dan bukan itu! Engkau seharusnya meninggalkan ini dan harus berdiam di dalam pencapaian itu!\" Inilah yang disebut mukjizat pengajaran.
Inilah, O Brahmana, tiga jenis mukjizat. Dari ketiga mukjizat ini, manakah yang tampak bagimu sebagai yang paling bagus dan paling tinggi?
Mengenai mukjizat kekuatan supranormal dan pembacaan pikiran, Guru Gotama, hanya pelakunya saja yang akan mengalami hasilnya; hasilnya hanya dimiliki oleh orang yang melakukannya. Kedua mukjizat ini, Guru Gotama, bagi saya tampak memiliki sifat tukang sulap. Tetapi mengenai mukjizat pengajaran – inilah, Guru Gotama, yang bagi saya tampak sebagai yang paling bagus dan paling tinggi di antara ketiganya.
Betapa luar biasa dan menakjubkannya hal ini dikatakan oleh Guru Gotama. Kami akan mengingat Guru Gotama sebagai orang yang memiliki tiga mukjizat ini. Guru Gotama menikmati berbagai jenis kekuatan supranormal. Beliau secara mental menembus dan mengetahui pikiran orang lain. Dan Guru Gotama mengajarkan orang lain demikian: \"Engkau seharusnya berpikir dengan cara ini dan bukan cara itu! Engkau seharusnya memperhatikan ini dan bukan itu! Engkau seharusnya meninggalkan ini dan harus berdiam di dalam pencapaian itu!\" …
Tetapi apakah ada bhikkhu lain, selain Guru Gotama, yang memiliki tiga mukjizat ini?
Ya, brahmana. Para Bhikkhu yang memiliki ketiga mukjizat ini tidak hanya berjumlah seratus, atau dua ratus, tiga ratus, empat ratus, atau lima ratus, tetapi bahkan lebih banyak dari jumlah itu.
Dan di manakah sekarang berdiamnya bhikkhu-bhikkhu ini, Guru Gotama?
Di dalam Sangha bhikkhu ini juga, Brahmana.
Bagus sekali, Guru Gotama! Bagus sekali, Guru Gotama! Sama seperti orang menegakkan apa yang terjungkir balik atau menguak apa yang tadinya tersembunyi atau menunjukkan jalan bagi mereka yang tersesat, atau memegang lampu di dalam kegelapan sehingga mereka yang memiliki mata bisa melihat wujud. Bahkan lebih dari itu, Dhamma telah di babarkan dengan berbagai cara oleh Guru Gotama. … | | <(Prev Next)> |
|